Video Trailer Film Balibo Five Dan Kontroversinya

Rabu, 02 Desember 2009




Film Balibo Five adalah, film yang menceritakan sekelompok wartawan Australia yang bekerja untuk televisi jaringan yang berbasis di kota Balibo Timur Timur. Para wartawan itu dikisahkan dibuuh pada 16 Oktober 1975 oleh tantara pasukan khusus Indonesia, namun dalam versi resmi Indinesia, wartawan itu terbunuh oleh kebakaran yang terjadi selama pertempuran.

Film Balibo sendiri telah dinyatakan tidak lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LFS), karena dinilai mengundang kontroversi karena menurut versinya wartawan yang bertugas di Timor Timur saat itu telah ditembak mati secara brutal oleh pihak Militer Indonesia.



Dengan tidak lulus sensornya film Balibo Five, maka film itu sendiri dinyatakan dilarang dan tidak bisa diputar di Indonesia. Larangan ini diumumkan 2 jam sebelum Jakarta Foreign Correspondents’ Club (JFCC) menyelenggarakan penayangan secara terbatas film ini di sebuah teater di Jakarta. Menurut Presiden JFCC Jason Tedjasukmana, akhirnya klubnya memutuskan untuk tidak menayangkan film ini meskipun belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Indonesia mengenai larangan tersebut.

Sementara Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah, di Gedung Departeman Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2009), menyatakan bahwa Deplu akan terus mengadakan pembicaraan tentang masalah film Balibo Five, karena isu yang ada dalam film itu bisa membuat situasi antara Indonesia-Australia kembali memburuk.


Video Trailer Film Balibo Five

Film kontroversial 'Balibo Five' karya sutradara, Robert Connolly menceritakan pembunuhan lima wartawan Australia di Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada 1975.

Film tersebut dirilis di Australia awal tahun ini, hanya seminggu sebelum Kepolisian Australia (AFP) mengumumkan akan membuka kembali kasus kasus dugaan kejahatan perang tersebut pada 20 Agustus 2009.

Menurut Australia, Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Tony Stewart, dan Brian Peters diduga dieksekusi oleh pasukan khusus TNI pada Oktober 1975. Tujuannya,agar mereka tak menyiarkan secara detil invasi Indonesia atas Timor Timur.

Sebaliknya, bagi Indonesia kasus Balibo telah selesai. Pemerintah jauh-jauh hari telah menyatakan tak ada pembunuhan, kelima wartawan tersebut tewas dalam baku tembak antara TNI dan tentara pro kemerdekaan Timor Timur. Kasus Balibo, bagi Indonesia, telah ditutup.

0 comments

Poskan Komentar