Ipat, Bocah 4 Tahun di Tanjung Priok yang Memiliki Kelainan Berkelamin Ganda dan Berbulu Lebat

Rabu, 03 Februari 2010

Fatahiyat alias Ipat, 4 tahun, Warga RT 013/01, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mempunyai kelamin ganda. Anak pasangan Encim, 34 tahun, dan Lina, 34 tahun ini, di bagian tengah kelamin perempuannya tumbuh daging kecil bulat layaknya kelamin laki-laki. Kemudian di perut dan wajah bocah ini terdapat bulu hitam yang jarang dimiliki orang pada umumnya.



“Kami hanya membawanya ke Puskesmas Warakas karena kebetulan tempatnya tidak jauh. Tapi, selama ini hanya dilihat-lihat saja belum ada tindakan medis. Baru kemarin, petugas puskesmas datang dan katanya mau dibawa ke RSUD Koja pada Jumat 5 Februari 2010,” kata Lina.

Lina mengatakan tidak mampu berbuat banyak dengan kondisi anak keempat ini, lantaran ekonomi keluarga yang serba kekurangan. Itu sebabnya, selama ini hanya mampu memeriksakan anak ke Puskesmas Warakas.

Keluarga ini tinggal di sebuah rumah yang berukuran 2x3 meter di bantaran Kali Tiram, Tanjung Priok.



Meski orangtuanya sedih dengan ketidakmampuan ekonomi ini, Ipat sendiri ceria dan tanpa malu dengan kondisi fisiknya. Bahkan, ketika banyak orang datang mengambil fotonya, dia justru terlihat tidak risih sedikit pun.

Anak ini lahir pada Selasa 8 November 2005 di RSUD Koja Jakarta Utara. Ketika lahir, Ipat memang sudah memiliki kelainan di bagian kelamin.

“Waktu itu dokter belum mau mengambil tindakan. Alasannya, belum kelihatan betul (masih kecil) dan nanti saja kalau sudah besar. Setelah itu, kami tidak pernah lagi membawa Ipat ke rumah sakit karena tidak ada biaya,” kata Encim.

Bahkan karena kemiskinan keluarga ini, ketika lahir mereka tidak sanggup membayar biaya persalinan sebesar Rp 1,6 juta. Encim waktu itu hanya mampu membayar Rp 800 ribu dari hasil menggadaikan STNK motor milik bosnya.



Encim sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh material dengan penghasilan Rp 25 ribu per hari.

"Saya bingung harus bagaimana. Saya ingin anak saya normal seperti anak lainnya, tetapi saya sudah membayangkan kalau dioperasi pasti biayanya besar. Sedangkan untuk makan kami sehari-hari saja sudah sulit," ujarnya.

Belakangan dia agak beruntung karena ada kader PKK Kecamatan Tanjung Priok bernama Saripah yang mengajak keluarga ini ke RSUD Koja untuk diperiksa.

Menanggapi hal ini, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Kurnianto Amin mengatakan telah menunjuk petugas puskesmas untuk membantu menangani kasus ini.

"Setelah kami cek ke lokasi, kami akan buatkan rujukan agar anak itu segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan," katanya yang dikutip dari situs Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

vivanews

0 comments

Poskan Komentar